Anak-anak Seharusnya Tidak Aktif Di Media Sosial - Mayoritas jaman tahun 2018 yang sekarang ini platform media sosial mensyaratkan usia minimal penggunanya adalah 13 tahun, nyatanya banyak anak-anak yang sudah memiliki akun media sosial dan aktif menggunakannya. Media sosial dan internet memang menjadi tantangan baru bagi orangtua di era informasi ini.
Seorang ahli saraf terkemuka dari Indonesia, mengatakan sosial media memiliki efek buruk pada kematangan emosional anak-anak, membuat mereka memiliki mental seperti anak berusia tiga tahun. Menurutnya, terlalu sering menggunakan media sosial dan video game membuat anak-anak tidak dapat berkomunikasi satu sama lain dan berpikir untuk diri mereka sendiri. Ini terjadi karena mereka terus mencari sesuatu untuk mengalihkan perhatian mereka. “Apa yang saya prediksi adalah orang-orang akan menjadi seperti anak usia tiga tahun, dalam hal emosional, keberanian ambil risiko, keterampilan sosial yang buruk, identitas diri yang lemah, menjadi labil dan fokus yang pendek,” katanya.
Berdasarkan penelitian terdahulu tahun 2014 dari Indonesia, para siswa lebih memilih mendapat kejutan elektrik daripada dibiarkan berpikir sendiri tanpa gangguan selama 10 menit. riset tersebut menunjukan manusia perlu stimulasi konstan dari lingkungan mereka setiap saat dan tak lagi mampu merenungkan isi pikiran sendiri. Hal ini dapat sangat merugikan bagi anak-anak.
Namun, anak-anak membutuhkan contoh yang nyata. Ini berarti orang tuanya harus lebih dulu mampu melakukan detoks digital. Atur waktu secara teratur, misalnya satu jam tanpa pengawalan di siang hari, atau hari minggu bebas pengawalan di rumah agar anak-anak lebih bebas melakukan aktivitasnya yang disukai tanpa rasa takut dan kaku.
berdasarkan riset beberapa ahli, anak-anak yang dijauhkan dari perangkat digital selama seminggu lebih peka terhadap komunikasi non-verbal pada orang lain daripada anak yang aktif bermain dengan pengawalan.
Admin sendiri juga menjelaskan penggunaan perangkat yang berlebihan juga memberi efek jangka panjang pada kepekaan bahasa tubuh untuk membaca, hidup, bekerja, sekolah dan dalam hubungan antar sesama. admin juga mengklaim anak-anak yang menggunakan media sosial dan aktif menggunakan perangkat digital rentan menderita depresi dan rendah diri, serta menjadi lebih narsistik serta tempramental.











0 Komentar