Penyesalan Mendalam Sang Lawan Akibat Meninggalnya Petarung Muay Thai Muda Di Atas Ring - Baru-baru ini terjadinya hal duka bagi keluarga yang ditinggalkannya ,Seorang petarung Muay Thai belia asal Thailand berusia 13 tahun, Anucha Kochana, dikabarkan meninggal dunia akibat pendarahan otak. Bocah berusia 13 tahun tersebut meninggal dunia tepat dua hari setelah dipukul KO oleh lawannya, Nitikron Sonde, dalam pertarungan amal pada Sabtu kemarin.

Anucha Konchana rela melakukan pekerjaan yang berisiko baginya demi mengumpulkan uang untuk keluarganya. Kematian Anucha itu pun menimbulkan pengakuan mengejutkan bagi rivalnya, Nitikron Sonde.

Melalui akun Facebook pribadi, Sonde mengaku terpukul dan menyesal pertarungannya berujung dengan kematian Anucha. Pasalnya Sonde sendiri harus melindungi berusaha memenangi pertarungan agar bisa mendapatkan hadiah uang.


Namun di sisi lain, Sonde mengatakan jika dirinya hanya mengikuti naluri dan tidak tahu jika pukulannya bisa menyebabkan kematian seseorang.

"Saya di atas panggung, saya harus menang dengan imbalan saya di atas panggung, saya harus melawannya," ditambahkan.

Sebagai bentuk empati kepada lawannya, Sonde saat ini tengah berusaha menggalang dana untuk membantu meringankan keluarga Anucha. Lewat akun Facebook pribadi, Sonde berinisiatif melelang celana pendek yang dikenakannya dalam laga tersebut.

Menyusul dengan kematian Anucha, pemerintah Thailand dikabarkan tengah mempertimbangkan rancangan undang-undang yang melarang anak di bawah 12 tahun mengikuti Muay Thai.

Menteri Pariwisata dan Olahraga Thailand Tawee Umpornmaha mengatakan akan menyerahkan RUU sesegera mungkin, namun juga mendukung para talenta muda untuk berkarier di Muay Thai.


Rancangan Undang-undang ini telah didukung oleh para profesional medis di Negeri Gajah tersebut. Mereka mengatakan bahwa pencegahan pertarungan Muay Thai akan melindungi anak-anak mereka dari cedera otak jangka panjang.

Menyedihkan kisah meninggalnya petinju yang masih tergolong anak-anak jadi sorotan. Terkuak, para kickboxer cilik bertarung sejak Usia 5 Tahun Demi Keluarganya. Semua dilakukan demi mendapatkan cukup uang untuk keluarganya yang miskin.

Boosong yang tinggal di Provinsi Rayong hanya satu dari ribuan anak lainnya, beberapa bahkan berusia 5 tahun yang diadu dalam sebuah pertarungan. Dalam satu pertarungan mereka akan mendapat hadiah sebesar Rp1,5 juta.

Para penonton juga biasanya akan memasang taruhan uang tunai sebesar 50.000 baht untuk menebak siapa yang akan menang. Hadiah tersebut tentu tidak senilai dengan luka serius yang mereka dapatkan, hingga babak belur bahkan tiba saatnya kematian.