Recents in Beach

JawaDomino

Pola Makan Modern Tingkatkan Resiko Gigi Berlubang


Pola Makan Modern Tingkatkan Resiko Gigi Berlubang - Masalah gigi berlubang menjadi penyebab utama masalah gigi orang Indonesia. Apalagi pola makan modern yang tinggi gula membuat risiko penyakit ini meningkat. Gigi berlubang atau karies gigi sudah ada sejak zaman dahulu. Data Riskesdas menunjukkan, angka karies gigi di perkotaan lebih tinggi ketimbang di desa yang relatif masih mempertahankan kebiasaan zaman dulu.

Masyarakat modern seperti di perkotaan, banyak makanan olahan, juga minuman manis dan berkarbonasi. Sehingga banyak karbohidrat yang difermentasi oleh bakteri. Masyarakat di pedesaan umumnya lebih banyak mengonsumsi serat, yang membantu membersihkan gigi dari kotoran.


Walau pun kini angka karies di pedesaan meningkat, terpengaruh pola makan kota. Tapi yang diadopsi hanya pola makannya saja, cara membersihkan giginya tidak, jadinya rentan karies. Berbeda dengan di kota, melalui pendidikan dan sosialisasi sudah ada peningkatan kesadaran untuk menjaga kebersihan gigi.

Ibarat kerak Makanan yang mengandung gula, termasuk sumber karbohidrat, akan menempel di gigi. Untuk itu mencegah gigi berlubang bisa dimulai dengan rutin membersihkan gigi. Analoginya, gigi dan mulut ibarat traktor off-road. Setelah terkena lumpur, kalau tidak segera disemprot dengan air lumpurnya akan mengeras. Demikian juga gigi kita. Setelah makan makanan manis, harus segera berkumur atau dibersihkan.


Selain berkumur, menyikat gigi dua kali sehari wajib dilakukan. Jangan lupa untuk melakukan pembersihan karang gigi sekitar 6 bulan sampai satu tahun sekali. Karang gigi yang tidak dibersihkan lama-kelamaan akan menyebabkan infeksi gusi.

Bahkan pada zaman sekarang ini orang-orang sudah tidak terbiasa lagi untuk mencuci gigi di saat pagi dan malam hari, ini berdampak besar bagi generasi mudanya yang mengikuti adat-adatnya sehingga banyak sekali masyakarat di indonesia yang memiliki gigi berlubang.

Posting Komentar

0 Komentar