Recents in Beach

JawaDomino

Tiga Faktor Penting untuk Dukung Perkembangan Si Kecil di Usia Emas


Tiga Faktor Penting untuk Dukung Perkembangan Si Kecil di Usia Emas - Usia Kenzie memang baru 3 tahun, tapi dia sudah berani meluncur di perosotan sendiri tanpa bantuan orang dewasa. Tak hanya itu, Kenzie juga tidak ragu mencoba berbagai permainan lain yang dia temui di playground. Sang ibu Rani (28), memang tidak pernah melarang Kenzie untuk bermain dan mencoba hal-hal baru. Biasanya, dia hanya menemani dan mengawasi ketika anaknya bermain di playground. Rani bukannya tidak mengkhawatirkan keselamatan anaknya, tapi dia paham bahwa anak-anak seusia Kenzie sedang berada di periode ‘golden age’ atau usia emas. 


Masa di mana otak anak berkembang sangat cepat. Masa tersebut pun menjadi waktu yang tepat untuk mengembangkan karakter positif anak agar menjadi anak yang unggul. Psikolog Ratih Ibrahim mengatakan, setidaknya anak yang unggul memiliki lima karakter positif, yakni berani, cerdas, kreatif, peduli, dan berbakat pemimpin.

Tentunya, karakter positif tersebut tidak muncul dengan sendirinya di diri anak. Menurut Ratih yang dilansir dari laman dancow.co.id, sebagai orangtua ada tiga hal penting yang perlu diperhatikan untuk mendukung perkembangan karakter anak. 


Kasih sayang orangtua
Kasih sayang orangtua diperlukan untuk membantu membentuk karakter positif anak. Untuk itu, orangtua disarankan lebih sering meluangkan waktu demi mendukung eksplorasi anak dengan lebih banyak mengatakan ‘iya boleh’.

“Jika para orangtua mendorong si kecil untuk bereksplorasi secara tepat, sesuai dengan usia dan tahap perkembangannya, tentu ini akan membantu Si Kecil untuk mengembangkan lima potensi karakter penting, yaitu berani, cerdas, kreatif, peduli, dan pemimpin,” terang Ratih.

Asupan nutrisi 
Pastikan anak mendapatkan asupan nutrisi cukup. Sebab, nutrisi yang cukup penting untuk membantu melindungi anak saat bereksplorasi. Menurut pakar nutrisi Saptawati Bardosono, ketika anak bereksplorasi ada banyak tantangan penyakit yang bisa mengganggu. Tercatat, sebanyak 41,9 persen anak Indonesia masih sering terkena infeksi saluran pernapasan dan 12,2 persen anak masih sering terkena diare. “Di samping itu, anak yang lebih sering bermain di luar rumah memiliki risiko terkena penyakit 2-3 kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang hanya beraktivitas di rumah,” jelasnya.

Posting Komentar

0 Komentar